Tampilkan postingan dengan label eLearning Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label eLearning Indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Mei 2016

What Why Who Where When and How


Pertumbuhan teknologi yang cepat dan semakin modern membuat kita kesulitan dalam mengikuti setiap  perkembangannya dan jika kita tidak mengikutinya maka kita akan tertinggal oleh orang lain. Tengoklah sekarang bisnis yang menggunakan teknologi digital/online akan lebih unggul daripada kompetitornya yang masih menggunakan cara tradisional.Salah satu cara agar kita bisa unggul dibandingkan dengan kompetitor kita adalah dengan menggunakan E-Learning.

Apa itu E-Learning?
Dikutip dari elearningindonesia.com maka definisi umum e-learning adalah Sebuah alat bantu piranti lunak yang digunakan untuk proses pertukaran informasi melalui media digital elektronik berupa komputer (PC), laptop, smartphone, dan tablet  dengan harga yang murah, akses yang cepat dan penggunaannya yang efisien sehingga informasi yang ingin disampaikan bisa diserap secara maksimal.

Kenapa kita harus menggunakan metode E-Learning dalam belajar?
Lebih mudah mana menyerap pelajaran dengan membaca atau melihat video? Baik, kita sepakat bahwa menonton video lebih cepat menyerap pelajaran karena disini akan melibatkan beberapa indra yaitu mata, telinga dan perasaan. E-Learning menggunakan teknik Multimedia dalam penggunaanya yaitu yang terdiri dari teks, gambar, audio, video dan animasi ditambah lagi adanya interaksi siswa dengan modul e-learning sehingga akan meningkatkan pemahaman siswa.

Siapa saja yang memerlukan E-learning?
Mengutip kalimat dari Jack Welch, CEO General Electric yang bisa membawa GE mencapai puncak kejayaannya di saat itu, ”Saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada dunia; yang saya tahu adalah dunia akan berbeda sama sekali dengan keadaan saat ini. Dunia akan berjalan lebih cepat dan jika kita tidak mau berubah maka kita akan dijungkir balikkan jaman.“ Jadi intinya Siapa saja yang ingin memenangkan persaingan di era modern saat ini, harus bisa mengikuti memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada. Lihat saja di bidang transportasi seperti Uber Taxi, Grab Taxi, Go-Jek dan Grab Bike bisa sukses karena mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Lazada, blibli, tokopedia bisa sukses berjualan dengan system online  bukan offline. Kita butuh kecepatan dan harus jeli dalam memilih teknologi yang ada.

Kapan dan dimana E-Elarning bisa diakses?
E-Learning bisa diakses kapan saja dan dimana saja tidak dibatasi oleh ruang dan waktu secara berulang-ulang selama 24 jam dalam 7 hari sampai Anda mengerti. Hal ini bisa dilakukan karena beberapa elearning bisa diakses secara online baik menggunakan komputer maupun smartphone/tablet (M-Learning). Bahkan ketika anda tidak sengaja bertemu calon klien/konsumen baru dan Anda tidak membawa sarana presentasi apapun (brosur atau laptop), maka anda bisa menggunakan smartphone/tablet yang terkoneksi dengan internet untuk melakukan presentasi.

Bagaimana E-Learning membantu Anda mencapai sukses?
Beberapa keunggulan e-learning:
1.       Dapat menekan biaya training sampai dengan 75%
2.       Berbasis multimedia dan bisa dipelajari secara online maupun offline.
3.       Bisa dipelajari kapan saja dan dimana saja secara berulang-ulang tanpa melewatkan satu isi pelajaran.
4.       Dengan terjemahan bahasa yang baik, e-learning dapat diimplementasikan secara global di berbagai budaya dan bangsa.
5.       Peserta mendapatkan standar pelatihan yang sama di setiap cabang, sehingga kecil kemungkinan ada materi yang terlewatkan karena isi modul yang telah disusun secara rapi dan terstruktur.
6.       Karyawan dapat berlatih secara bergantian, sehingga proses produksi masih bisa berjalan. Jadi tidak perlu mengumpulkan semua karyawan didalam satu ruangan dan satu waktu sehingga proses produksi harus berhenti.
7.       Bahan materi yang mudah di download, sehingga akan mempercepat pengiriman materi pelatihan untuk kantor cabang. Untuk beberapa materi dengan file yang kecil bisa langsung diakses secara online.
8.       Sebuah kuis singkat dapat dimasukkan untuk memastikan apakah mereka benar-benar memperhatikan dan memahami pelatihan yang diikuti.

Dengan keunggulan e-learning seperti itu, maka diharapkan dapat membantu perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya.

Penerapan E-Learning di Kompas Gramedia


Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan khususnya yang bergerak dibidang Tekhnologi, membuat penggunaaan tekhnologi internet mengalami pertumbuhan pesat dalam penggunaannya dan diantaranya mempengaruhi penggunaan internet yang dipakai sebuah perusahaan dan hampir rata-rata perusahaan menggunakan penerapan berbasis e-learning, e-commerce, e-mail, online application, e-procurement, online hiring, e-CRM, e-HRM, online auction, e-catalogue, dll. Penggunaan internet sekarang sudah banyak digunakan, baik dibidang instansi pemerintah dan swasta, pendidikan serta pelatihan sehingga terciptanya proses e-learning didalamnya.

Contoh didalam penerapan E-learning diantara telah diterapkan oleh perusahaan Penerbit dan Percetakan yaitu Kompas Gramedia yang telah menerapkan proses e-learning yang telah menghabiskan investasi puluhan juta rupiah untuk sebuah proses pembelajaran jarak jauh yang dapat diakses oleh karyawannya diseluruh Indonesia. Proses pembelajaran e-learning ini merupakan proses pembelajaran jarak jauh yang dilakukan oleh media elektronik dimana teori tersebut dapat diakses di internet, intranet, ekstranet atau cd-rom. Dimana e-learning merupakan suatu keharusan yang dilakukan untuk menunjang strategi bisnis bank yang dikelola.

KEUNGGULAN E-LEARNING

Mengapa e-learning dapat diterima dan diadopsi dengan begitu cepatnya? Tentu saja karena kemajuan penggunaan e-learning termotivasi oleh kelebihan dan keunggulan yang bisa diperoleh, diantaranya adalah sebagai berikut:

Pengurangan biaya.
        E-learning dapat mengurangi biaya pelatihan, karena untuk melatih karyawan dalam jumlah besar, perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya kelas, biaya untuk pelatih, biaya transportasi  dan berbagai macam biaya lainnya.

Fleksibilitas.
        Dapat belajar kapan dan dimana saja, selama si karyawan terhubung dengan internet.

Personalisasi.
        Karyawan dapat belajar sesuai dengan kemampuan belajar mereka. Bila karyawan belum mengerti, maka ia dapat memperlambat penjelasan atau mengulang suatu pelajaran. Bila seorang siswa dapat mengerti dengan cepat, maka ia dapat menyelesaikan pelajaran tersebut dengan lebih cepat

Standardisasi.
        Standardisasi kualitas pengajaran. Setiap pelatih di kelas cenderung memiliki cara mengajar, materi presentasi dan penguasaan materi yang berbeda sehingga kualitas pengajaran yang didapat pun tidak konsisten. Akan tetapi, e-learning mampu meminimalkan perbedaan cara mengajar dan materi, sehingga memberikan standard kualitas yang lebih konsisten.

Efektivitas.
        Efektivitas pelajaran melalui metoda e-learning umumnya meningkat. Suatu studi oleh J.D. Fletcher menunjukkan bahwa tingkat retensi dan aplikasi dari pelajaran melalui metoda e-learning meningkat sebanyak 25% dibandingkan pelatihan yang menggunakan cara tradisional.

Kecepatan.
        Kecepatan distribusi materi pelajaran akan meningkat, karena pelajaran tersebut dapat dengan cepat disampaikan melalui Internet. Keuntungan ini sangat cocok sekali untuk kondisi geografis Indonesia, dimana suatu perusahaan atau organisasi dapat memiliki kantor-kantor cabang di berbagai daerah yang berjauhan.

PREVIEW



Rabu, 27 April 2016

Tumbangnya Media Cetak



Belum lama saya mendapatkan kabar bahwa majalah TRAX Indonesia memutuskan untuk menghentikan penerbitan mereka, tadi malam putri sulung saya membeli majalah GIRLS, dan guess what?  Tulisan di sampulnya, “Edisi Perpisahan.”  Ah.... saya langsung berpikir, another one bites the dust.  Ada satu lagi media yang rontok.

Sebelum majalah Girls dan Trax, sudah banyak media tradisional alias cetak yang telah mengambil langkah seribu lebih dulu.  Gelombang penutupan berbagai media cetak sebenarnya sudah sejak lama.  Sejak tahun 2009, tercatat lebih dari 300 penerbitan tradisional yang tutup di Amerika dan Eropa. Para pelaku bisnis cetak seharusnya sudah aware akan hal ini.  Yang sempat membuat saya tercengang adalah tutupnya majalah FHM UK.  Bersamaan dengan FHM UK ini ada juga sederet majalah laki-laki dewasa lainnya yaitu ZOO, LOADED dan NUTS yang juga ditutup.  Ah, rupanya kaum pria ‘nakal’ sudah beralih dari media cetak ke smartphone mereka.   Pengumuman dari redaksi Zoo pun cukup singkat,

“Gents, we have some news. It is with regret we have to inform you of the intention to suspend publication of Zoo.”

Banyak yang gak tau, tapi Gramedia Majalah di akhir tahun 2014 bahkan merumahkan ratusan karyawan mereka.  Pait banget, karena ini adalah perusahaan besar yang sudah sangat lama berkiprah di Indonesia. Opsi merumahkan pastinya keputusan akhir yang harus diambil ketika opsi lainnya sudah tidak memungkinkan.  Saya jadi teringat rebutan majalah Donal Bebek dengan abang saya setiap saat majalah itu hadir di rumah.

 Everything starts and ends with the consumer in mind.

Tumbangnya media cetak menurut saya bukan hal yang mengejutkan.  Memang konsumen nya sudah berubah.  Habit kita sudah berubah.  Dalam menciptakan business model saja, kita selalu berawal dari consumer.  Mengidentifikasikan segmen konsumen yang kita sasar sedetil-detilnya, memahami dengan baik kemauan mereka, hingga akhirnya tau persis apa yang mereka mau, kapan mereka mau, dan bagaimana menyajikannya.

Anak – anak saya sudah gak rebutan majalah lagi. Buat apa?  Mereka tinggal buka iPad mereka.  Putri sulung saya bahkan sudah punya kindle, dan hampir semua buku favoritnya ada disitu.  Jaman memang sudah berubah.  Perubahan ini dibaca dengan baik oleh Larry Page dan Sergei Brin dari Google dan Jeff Bezos dari Amazon.  Dalam suatu kuliah terbuka di Amerika, Jeff Bezos pernah mengatakan bahwa dirinya dan Amazon sangat terobsesi kepada konsumen.  Terobsesi.   Artinya, dia tidur, makan, minum, olahraga yang dipikirkan hanya konsumen.

Nah, para pemimpin perusahaan di Indonesia banyak yang lupa untuk selalu ‘terobsesi’ kepada konsumen.  Karena sibuk mengejar market share, sales, dan lain-lainnya.  Akhirnya, bisnis mereka tenggelam kita konsumen sudah berubah.  Hey, saya juga pernah mengalami hal tersebut.  Gara-gara sibuk mikirin penjualan saja, jadi lupa apa yang sebenarnya diinginkan oleh konsumen saya.

Namun demikian, tidak semua media cetak tumbang.  Masih banyak yang bertahan, seperti Femina dan majalah HAI.  Setelah saya amati, mereka yang berhasil bertahan ini umumnya memang rajin melakukan off print activities dan sangat dekat dengan komunitas mereka.  Femina termasuk yang saya paling salut dalam menangani komunitas mereka yang sangat loyal.  Artinya, media cetak tetap bisa bertahan asal mereka selalu ‘terobsesi’ dengan konsumen yang mereka sasar.

Tumbangnya beberapa media cetak ini mengingatkan para pemimpin perusahaan untuk selalu berfokus pada konsumen yang mereka sasar.  Dalam buku Business Model Generation karya Alexander Osterwalder, membangun sebuah business model juga didasarkan dari pemahaman customer segment yang kemudian berlanjut kepada value proposition.

Jadi, sebagai pemimpin perusahaan, luangkanlah waktu bertemu dan bertatap muka dengan konsumen Anda.  Lupakan kegiatan membosankan seperti meeting, forecasting dan hal lain-nya. Spend time with your clients.  Istilahnya Jokowi, blusukan.  Yuk, mari.

Dino Martin - Linkedin.com

Kamis, 19 November 2015

Program Pendidikan dan Pelatihan di Bank Syariah Mandiri Menggunakan e-Learning


Salah satu kunci penting untuk menjaga kualitas kinerja Bank Syariah Mandiri BSM) adalah mengembangkan dan mendidik karyawan secara berkesinambungan.

BSM memiliki komitmen yang tinggi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). SDM yang unggul menjadi adalah penopang utama untuk menjadi pemimpin pasar dan lokomotif pengembangan perbankan syariah di Indonesia. Untuk melahirkan SDM yang unggul, BSM menumbuhkembangkan budaya pembelajaran secara berkelanjutan, dan didukung fasilitas belajar terbaik.
BSM telah menyediakan sarana peningkatan kualitas SDM melalui beragam fasilitas pendidikan dan pelatihan (Diklat), terdiri: Program Pelatihan Berbasis Kompetensi; E-Learning; Learning Center.

A. Program Pelatihan Berbasis Kompetensi
Program diklat yang bertujuan untuk memenuhi kompetensi sesuai jabatan setiap pegawai. Program ini disusun berdasarkanCompetency Based Human Resources Management (CBHRM) yang dikembangkan di internal BSM. Rincian program berbasis kompetensi ini meliputi:
  1. Core Training yaitu diklat dasar yang wajib diikuti oleh seluruh pegawai BSM.
  2. Functional Training yaitu diklat yang bertujuan meningkatkan kompetensi teknis sesuai dengan jabatan (job desk) pegawai.
  3. Behaviour Training yaitu diklat yang bertujuan meningkatkan kompetensi perilaku pegawai pada level dan jabatan tertentu.
  4. Managerial Training yaitu diklat yang bertujuan meningkatkan kompetensi manajerial dan leadership pegawai BSM yang menduduki jabatan struktural.
Program diklat di BSM berjalan melalui 3 metode delivery, yaitu:
  1. E-Learning: Proses pelatihan yang sepenuhnya dilakukan melalui media E-Learning. Pembelajaran melalui E-Learning dimulai dari proses pendaftaran, pelatihan, test dan evaluasi sampai dengan penerbitan sertifikat pelatihan.
  2. Classroom Training: Proses pelatihan yang dilaksanakan di dalam kelas (di Learning Centre BSM maupun di Cab. Koordinator) untuk meningkatkan skill pegawai.
  3. Blended Learning: Proses pelatihan yang memadukan antara proses pembelajaran melalui E-Learning dan classroom. Pegawai terlebih dahulu belajar melalui E-Learning untuk meningkatkan pengetahuan. Setelah lulus pre-test di E-Learning, pegawai mengikuti classroom training guna meningkatkan skill dari pengetahuan yang telah didapat melaluiE-Learning.
B. E-Learning
E-Learning adalah proses pembelajaran melalui bantuan teknologi informasi. E-Learning merupakan salah satu infrastruktur yang dapat mempercepat proses pengembangan pegawai karena dapat diakses melalui seluruh kantor cabang BSM di seluruh Indonesia pada waktu yang tidak terbatas. Fasilitas E-Learning yang dikembangkan secara internal dan telah mengintegrasikan 3 aplikasi pengembangan pegawai, meliputi:
  1. Human Resources Information System (HRIS);
  2. Learning Management System (LMS);
  3. Competency Based Human Resources Management (CBHRM).
E-Learning BSM menyediakan ratusan materi pelatihan dan ribuan soal-soal test evaluasi dari berbagai topik pelatihan.

C.  Learning Centre
BSM telah menyediakan Learning Centre sebagai pusat pembelajaran classroom training baik di Jakarta maupun Kantor Wilayah. Learning Centre BSM berlokasi di Universitas Al-Azhar Lt. 7, Jakarta. Fasilitas yang disediakan meliputi: ruang kelas, laboratorium mini bank dengan jaringan intranet dan E-Learning, ruang makan, musholla dan antor pengelola diklat. BSM juga menyediakan Laboratorium Gadai Emas untuk peningkatan keterampilan pegawai yang mengembangkan bisnis gadai emas, baik dari level Pelaksana sampai level Manajerial. Untuk mengembangkan budaya perusahaan, segenap pegawai BSM terlibat secara aktif pada program implementasi Shared Values terdiri dari nilai-nilai: Excellence, Teamwork, Humanity, Integritydan Customer Focus (ETHIC). BSM juga memiliki program peningkatan integritas pegawai melalui kegiatan:
  1. Forum Do’a Pagi (FDP) hari Senin: di mana jajaran Direksi BSM dengan seluruh pegawai kantor pusat bertemu untuk membahas kinerja mingguan dan informasi-informasi terkini. Hasil FDP dapat diakses oleh seluruh pegawai di Kantor Cabang seluruh Indonesia melalui intranet.
  2. Pengajian Rabu Sore di kantor pusat maupun di cabang-cabang di seluruh Indonesia.
  3. Dzikir Jum’at Pagi di kantor pusat maupun cabang-cabang di seluruh Indonesia.
Penyediaan dan pengembangan sarana peningkatan kualitas SDM sudah menjadi komitmen manajemen BSM dan seluruh pegawai. Komitmen tersebut dilakukan dalam rangka mendukung transformasi BSM menjadi bank syariah kebanggaan bangsa Indonesia.

Sumber: http://www.syariahmandiri.co.id/category/karir/human-capital/